Alex Noerdin Salurkan Bantuan Mesin Chopper Untuk Petani Sumsel

6
0
BERBAGI

PALEMBANG, SentralPost – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Produksi Pertanian bersama dengan Komisi VII DPR RI menyalurkan bantuan berupa mesin pencacah pakan ternak (Chopper). Selain itu para peternak juga diberikan pengetahuan teknis tentang memproduksi pakan ternak berbahan baku lokal.

Kegiatan ini di pusatkan pada kawasan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) kota Palembang yang berlokasi di daerah Talang Betutu, Palembang, Selasa (22/9). Hadir langsung dalam acara tersebut pimpinan komisi VII DPR RI asal Sumsel, H Alex Noerdin. Selain itu juga hadir Asisten 1, Drs Faizal AR, MSi yang mewakili walikota Palembang, Dr M Nasir Rafiq S.PT, MSi mewakili Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian, Biro Perencanaan BPPT Dr Husin Adam serta Ketua KTNA Kota Palembang M Adiansyah.

Dalam sambutannya, Alex Noerdin menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu inovasi dari pihak BPPT yang bekerjasama dengan komisi VII DPR RI. Saat ini ada sepuluh unit mesin pencacah pakan ternak (Chopper) dan satu buah mesin penggiling kopi.

“Untuk tahap ini, ada sepuluh mesin chopper yang kita salurkan untuk membantu petani di Sumsel. Yakni, empat unit untuk Sekolah Peternakan Rakyat Musi Banyuasin, kemudian lima unit untuk KTNA Kota Palembang serta satu unit lagi untuk Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya,”jelas Alex.

Selain itu ditambahkannya lagi, ada juga satu unit mesin penggiling kopi yang merupakan inovasi dari pihak BPPT yang disalurkan untuk petani kopi di Sumsel.
“Karena ini mesin penggiling kopi, jadi kita berikan kepada daerah penghasil kopi yaitu untuk kabupaten Empat Lawang. Kedepan, masih banyak lagi program bantuan yang akan kita salurkan kerjasama antara komisi VII DPR RI dengan Kemenristek/BRIN,” ungkapnya.

Asisten 1 Drs Faizal AR, MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini kota Palembang memang sangat membutuhkan bantuan-bantuan dari pemerintah pusat terkait dengan pengambangan teknologi.

“Masalah yang saat ini cukup berat dihadapi kota Palembang adalah penanggulangan sampah. Lebih dari seribu ton sampah setiap harinya yang ada di kota Palembang. Kita sebelumnya sudah melakukan program kerjasama dengan pihak Jerman untuk pengelolaan sampah menjadi energy listrik. Namun karena kondisi terken dala covid-19 jadi saat ini terhanti. Namun kita sudah akan melajutkan program tersebut yang bekerjsama dengan pihak China,”jelasnya.

Menurut Faisal, dengan adanya berbagai program bantuan dari bapak Alex Noerdin ini terkait dengan inovasi teknologi, diharapkan dapat lebih memudahkan dan mendorong upaya kota Palembang dalam melaksanakan program yang belum terlaksana.

“Kami sangta berterima kasih dengan adanya bantuan tersebut untuk KTNA Kota Palenbang, kami harap pak Alex Noerdin dapat mendorong juga program-program yang belum terlaksana di kota Palembang,”harapnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here