Kurnaidi Sayangkan Steatment Ketua PWI Muba yang Diduga Kontra Produktif

402
0
BERBAGI

MUBA, SentralPost – Terkait berita yang di terbitkan beberapa media mengenai kritikan Ketua PWI Muba terhadap pemberitaan Camat Sanga Desa pada saat kunjungan Ketua POM ke desa Ngulak III yang menjadi perhatian khusus Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex Noerdin sehingga mengeluarkan intruksi larangan memasuki wilayah zona merah Covid 19 untuk semua ASN yang bertugas di Musi Banyuasin.

Herlin Koisasi, SH Ketua PWI Muba menilai berita tersebut tidak berimbang bahkan menyatakan kebijakan Bupati Muba terlalu terburu-buru dalam menyikapi hal tersebut. Hal ini disampaikan Herlin Koisasi, SH dalam beberapa beberapa media online.

Menanggapi hal tersebut, Kurnaidi selaku Penasehat PWI Muba saat dibincangi awak media, Senin ( 11/05/2020 ) di kediamannya menyayangkan sikap Ketua PWI Muba yang dilontarkannya pada pemberitaan di beberapa media online itu. Karena menurut Kurnaidi “Pemberitaan Camat Sanga Desa itu, sudah terpenuhi unsur dari beberapa narasumber. Sehingga kalau mengatakan berita itu tidak berimbang, itu salah,” ujarnya.

Lebih lanjut Kurnaidi juga menilai “Steatment Ketua PWI Muba mengkritik kebijakan Bupati Muba itu tidak cermat dan terlalu terburu-buru, itu jelas salah. secara etika saja itu sudah salah,” pungkasnya.

Lebih lanjut Kurnaidi mengatakan “Kebijakan Bupati Muba mengeluarkan surat edaran dan intruksi itu sudah benar, mengacu pada Kepres nomor 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaulatan kesehatan masyarakat Covid 19, surat edaran Mentri PARN tahun 2020 tentang pembatasan bepergian ke luar daerah dan atau kegiatan mudik dan atau cuti bagi ASN dalam upaya pencegahan Covid 19, surat edaran Kepala BKN RI nomor 11 tahun 2020 tentang pedoman penjatuhan hukuman disiplin bagi ASN yang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan atau kegiatan mudik pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid 19 dan Peraturan Mentri Perhubungan nomor PM 25 tahun 2020 tentang pengendalian transfortasi selama masa mudik idul fitri 1441 Hijriyah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Covid 19,” katanya.

“Seharusnya selaku ketua PWI menjadi panutan bagi kawan-kawan wartawan, dalam kondisi sekarang seharusnya ketua PWI jangan dulu pulang ke luar kota, bermantap diri dulu lah di Muba. Dan jika memaksa pulang, harusnya saat kembali ke Muba harus melakukan isolasi mandiri, karena wartawan kan bersentuhan langsung dengan masyarakat” tambahnya.

sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Sumsel H. Kurnati Abdulah menyikapi pemberitaan tersebut mengatakan “Steatment Ketua PWI Muba itu tidak benar, apa yang di lakukan Bupati Muba sudah tepat sesuai dengan aturan pemerintah pusat.

“Setahu saya. Bupati Muba itu seorang Doktor, kok mau diguruinya. Sekarang hanya tinggal pak Bupati saja bagaimana menanggapi hal tersebut”Tutupnya.

Ketua PWI Provinsi Sumsel H. Firdaus Khomar turut memberikan tanggapan, dalam wawancara via telpon mengatakan “Sebagai PWI yang merupakan organisasi profesi wartawan, apa pun keputusan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covod 19 kita wajib mendukung, Karena hal ini tentu untuk keselamatan kita semua, bahkan sebagai PWI kami sudah mengeluarkan surat edaran bagi wartawan yang akan meliput ke zona merah harus mematuhi protokol kesehatan”Katanya.

disinggung mengenai kritikan ketua PWI Muba, Firdaus mengatakan “Hanya tinggal Bupati saja bagaimana menyikapi hal ini”Ujarnya.

sementara itu, Ketua PWI Muba Herlin Koisasi, SH saat akan dikonfirmasi wartawan terkait pemberitaan tersebut melalui pesan Whatsappnya terkesan menghindar, sampai berita ini di tayangkan Herlin belum memberikan tanggapan ( tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here