LEGMAS PELHUT Muba Luncurkan Gerakan Masyarakat Peduli Sungai

45
0
BERBAGI

MUBA, SentralPost – Lembaga LEGMAS PELHUT Musi Banyuasin (Muba) dibawah Komando Suharto meluncurkan program baru perduli terhadap lingkungan khususnya sungai di wilayah Muba. Tujuan program ini kedepan agar dapat difungsikan sebagai tempat usaha dan menjaga habitat yang ada di sepanjang  Daerah Aliran Sungai (DAS) itu kata Suharto di kantornya Mingg, (14/6/2020).

“Gerakan ini adalah upaya konservasi Sungai dan daerah aliran Sungai Kabupaten Musi Banyuasin kedepan sehingga masyarakat dan para pelaku usaha mencintai sungai yang nantinya sungai akan terlindungi termasuk kekayaan sungai sebagai penunjang kehidupan dan ekonomi masyarakat,” kata Suharto.

Suharto juga mengatakan bahwa lembaga yang ia pimpin mebuka diri dengan elmen lain untuk mewujudkan cita -cita itu. Baik pemerintah maupun swasta yang satu visi dan misi dalam program itu.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai karena berdampak akan mengakibatkan sungai tercemar dan itu akan merugikan masyarakat sendiri yang pada akhirnya, air sungai tidak bisa kita gunakan lagi,” himbaunya.

Lebih lanjut dijelaskan Suharto, sungai merupakan salah satu sumber penghidupan dan membawa banyak manfaat bagi masyarakat diantaranya, untuk kebutuhan sehari hari, untuk irigasi pengairan sawah, dan untuk cadangan air,  karena itu dia mengajak masyarakt untuk menanam pohon disepanjang aliran sungai.

“Penanaman pohon pada daerah aliran sungai sangat bermanfaat karena akar- akar pohon tersebut dapat menahan air yang meluap pada saat musim hujan tiba dan dapat menyimpan cadangan air sehingga pada saat musim kemarau tidak mengalami kekeringan,” katanya.

Suharto juga meminta Jangan menggunakan sungai sebagai sarana buangan seperti toilet (buang air kecil dan besar) dan jangan mencuci di sungai. Kebiasaan orang yang membuang kotoran dan mencuci di sungai sangatlah berbahaya bagi kualitas sungai tersebut, kotoran dan limbah deterjen dapat merusak Ph air dan membuat air sungai menjadi tempat bibit penyakit bersarang

“Saya juga meminta agar masyarakat tidak menangkap ikan dengan menggunakan bahan kimia, sengatatan listrik (sentrum), pukat harimau, dan alat yang membahayakan lainnya. Penangkapan ikan di sungai dengan bahan kimia, sangat berbahaya untuk benih-benih ikan dan akan merusak ekosistem sungai,” kata Suharto.

Karenanya, lanjut Suharto sebagai masyarakat yang peduli dengan sungai pihaknya akan terus berupaya menjaga sungai dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi Pencemaran. (yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here