Oknum dokter RS. Bunda Diduga Arogan, Usir Pasien dari Ruang Pemeriksaan

739
0
BERBAGI

Lubuklinggau, SentralPost – Sikap dr. Hatta terhadap pasiennya, sangat bertolak belakang dengan sumpah setia Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pasalnya, dokter spesialis mata ini, mengusir pasiennya saat keluarga ingin berkonsultasi.

Sri , keluarga seorang pasien yang akan memeriksa mata, kecewa atas pelakukan yang tidak menyenangkan dari dokter mata Rs. Ar. Bunda yang mengusir dan berkata kasar kepada pasien.

Menurut Sri, saat ditemui wartawan ini di kediamannya, Kamis (3/10) mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari kamis (3/10) pukul 12.30 Wib , saat dirinya mengantar bapaknya untuk pemeriksaan mata.

“Saat itu dokter bertanya, apakah jadi operasi pak ? di karenakan bapak kurang pendengarnya saya langsung menjawab “bagaimana dok kalau tidak usah operasi, minum obat saja dan pakai kacamata “ Namun tak disangka sangka lantas dokter langsung mengeluarkan perkataan yang kasar dan mengusir saya dan bapak tanpa sebab yang jelas, dokter mata tersebut mengatakan ” Nah gilo kau kah, kau kan yang ngantar pasien kemarin po dak ingat tanggal 3 operasi, apo kau ilang ingatan, “ ungkap Sri meniru perkataan dokter tersebut.

Selanjutnya kata Sri,  dokter tersebut menyuruh perawat agar pasien keluar. “Gilo melayani pasien seperti ini, bukan kau bae pasien nah di layani masih banyak pasien lain, keluar keluar sana sambil menunjuk – nunjuk telunjuk, kata Sri menurunkan ucapan dokter tersebut.

Setelah mendapatkan perlakukan yang tidak menyenangkan tersebut, lanjut Sri, dia langsung mengajak bapaknya keluar ruangan. Sebagai pihak keluarga, Sri mengatakan tidak dapat menerima perlakuan kasar dokter ini, pihaknya akan menuntut agar dokter tersebut diberi sanksi tegas.

”Jika ini dibiarkan, maka akan muncul kasus pasien – pasien lainnya yang akan diusir oleh dokter,” katanya.

Sementara itu, pihak RS. AR. Bunda saat diwawancarai Sentralpost diruang humas RS. AR. Bunda, Jum’at (4/10) membantah kejadian tersebut ” kalau bicara kasar sepengetahun, seingat dan dalam keadaan sadar saya katakan tidak ada, namun kalau menyuruh keluar ada,” jelas Martini ( salah seorang perawat saat kejadian berada diruang) yang didampingi Rio solihin kepala ruangan dan Febriano Anas Humas Rs. Ar. Bunda.

Dikarenakan dokter yang bersangkutan sedang sibuk jadi kami belum bisa meminta keterangan “ untuk sementara waktu baru keterangan dari perawat yang dapat kita sampaikan,” Imbuh Febriano Anas selaku Humas.

Ditambahkannya bahwa kedepannya akan ada rencana untuk mediasi antara keluarga pasien dan dokter “ Kami mengharapkan agar permasalahan kesalah pahaman ini dapat di selesaikan, apalagi pasien dijadwalkan operasi tanggal 21 oktober mendatang,” harapnya. (Ilung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here