Petani Keluhkan Pintu Air yang Diduga Rusak Tidak Terawat

38
0
BERBAGI

MUBA, sentralpost.co,—

Pintu air/sekunder di wilayah kecamatan lalan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan diduga tidak terawat hingga 80% serta tidak dapat difungsikan karena sudah rusak parah. Hal itu membuat para petani mengeluh karena aliran air tidak stabil sejak beberapa tahun terakhir.

Salah seorang warga sekitar,  inisial SND saat dibincangi awak media, Selasa ( 01/09/2020 ) mengatakan bahwa sudah lama mengeluhkan pintu air tersebut, menurutnya hal ini sebenarnya solusi untuk hambatan perkembangan pertanian ataupun perkebunan, namun sayangnya tidak disertai dengan perawatan.

“Sudah bagus pemerintah buat ini sebenarnya, hanya saja tidak ada perawatan. Kalo ga hujan kami kebingungan tidak ada air, kalo hujan malah airnya tergenang tidak mengalir, malah banjir. Tanaman jadi tidak bagus karena keasamannya naik”Pungkasnya.

Dia juga menambahkan “Umpamannya hujan sehari semalam itu menggenang / banjir disini kalau pas turun hujan waduh luar biasa jadi air itu dibawa perkebunan baik itu sawit maupun karet”Ujarnya.

Dikatakannya, “Nah kalau airnya menggenang mencapai dua atau tiga hari air itu akan beruba warna. yang awalnya jernih setelah dua atau tiga hari akan berubah warna dalam genangan itu timbul karat.setelah itu timbul keasaman tanah dan tanaman akan berubah”Katanya menjelaskan.

Tak hanya itu, dia juga membeberkan bahwa sepengetahuannya pintu air itu tidak ada yang menjaganya apalagi perawatan hampir 80 % tidak ada perawatan.

“tapi tidak tahu, maksud saya tidak tahu gini umpamannya dalam satu desa umpamanya yang ngurus pintu air itu si A misalnya belum dengar makanya kita selaku masyarakat kadang kadang harus kepada siapa kami mengadu ataupun menyampaikan aspirasi kita atau keluh keluhan kita seperti itu”Bebernya.

Dan harapan kami agar pintu air yang ada direhab atau diperbaiki kembali sehingga dapat difungsikan kembali sehingga kalau musim hujan tidak akan terjadi lagi seperti yang kita alami saat ini.

Terpisah M.P juga mengatakan kalau “Sepengetahuan saya tidak ada yang jaga kalau orang sini yang saya tidak tahu yang saya tahu orang itu kerja di P.U itulah yang jaga kalau warga sini tidak ada.kalau ada yang bilang bahwa pintu air itu ada yang jaga dari desa itu bohong ini rumah saya dekat pintu”Jelasnya kesal.

Sementara itu, Camat Kecamatan lalan Andi Suharto,S.STP.,M.Si,melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Tri Setiyo.Spd.Msi menuturkan bahwa pintu air / sekunder banyak yang rusak dan banyak yang bagus sementara kegunaan pintu air tersebut untuk menanggulangi banjir.

“Ya Pintu Air / Sekunder banyak yang rusak banyak yang bagus dan pintu air itu gunanya untuk menanggulangi banjir disini”Ucapnya

Saat disinggung mengenai banyaknya pintu air yang tidak berfungsi, Tri Setiyo mengatakan karena kondisinya aman aman saja  kalaupun disini hujan deras paling bukak los.

“Karena kondisinya aman aman saja kalau disini hujan deras paling tinggal bukak los saja. inikan bukaknya hanya separuh saja bukaknya biar tidak terlalu besar air masuk serta pintu airnya masih berpungsi untuk penjaganya ada dan orang disini untuk penjaganya satu desa satu”Katanya.

Saat ditanya berapa banyak pintu air yang ada di satu desa untuk diwilayah kecamatan lalan .

Dia menjawab tidak tentu. tergantung desanya kalau desanya panjang lebih banyak pintu airnya.tuturnya.

Sementara itu,  pihak Dinas PU.PR Kabupaten Musi Banyuasin sudah beberapa kali coba ditemui awak media, namun sampai berita ini di tayangkan belum memberikan tanggapan (tan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here