Ratusan Jemaah Umroh Telantar di Bandara Soetta

9
0
BERBAGI

*Saudi Stop Sementara Ibadah Umroh*
SentralPost.CO.JAKARTA – Keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menangguhkan seluruh kunjungan ke negaranya berimbas di Indonesia.Hal itu terlihat dari banyaknya jemaah umrah yang telantar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Salah seorang jemaah asal Lombok, Saiful, mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan pembatalan keberangkatan dari pihak biro.

“Sudah diberi tahu jam 12.00 tadi,” ujar dia saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Pantauan di lokasi, rombongan umrah tampak memenuhi kursi-kursi di ruang tunggu. Jumlahnya ratusan.

Mereka sudah siap berangkat lengkap dengan seragam dari biro umrah masing-masing.

Tas mereka diletakkan di dekat bangku masing-masing. Para lansia yang menjadi jemaah umrah terlihat mengobrol dengan rekan mereka atau tidur di bangkunya.

Jemaah banyak yang lelah dan tertidur di lantai. Beberapa kali, petugas terlihat menegur jemaah untuk tidak menggunakan lantai sebagai tempat tidur.

Menurut Saiful, dirinya bersama 203 jemaah asal Lombok lainnya merasa tidak percaya dengan pengumuman tersebut. “Awalnya saya kira hoaks,” ujar dia.

Namun, setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, dia melihat banyak jemaah umrah lainnya yang ikut telantar di bandara. “Sampai sini ternyata bukan sendiri saya,” kata dia.

Saiful mengatakan, jemaah sudah diberikan informasi pembatalan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, lantaran kebijakan baru Raja Salman.

“Kalau sampai sore ndak berangkat, katanya mau diinapkan di hotel,” tutur Saiful.

Adapun sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk sementara waktu menangguhkan seluruh kunjungan ke negara tersebut. Baik untuk tujuan umrah maupun kunjungan ke Masjid Nabawi.

Hal itu menyusul perkembangan kasus penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangan resmi yang diunggah Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui akun Twitter resmi mereka, pihak Kerajaan terus mengikuti perkembangan yang terjadi.

Dengan demikian, sesuai dengan rekomendasi dari otoritas kesehatan yang berkompeten, kerajaan bersikap untuk mengimplementasikan standar internasional tertinggi yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna menghentikan, mengendalikan, dan menghilangkan virus tersebut.

“Kerajaan menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan harus terus-menerus dievaluasi oleh pihak yang berwenang,” tulis keterangan resmi Kemenlu Arab Saudi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here