Terkait ikan mabuk,Tim bersama Kecamatan Sanga Desa cek Sungai Musi

249
0
BERBAGI

 

MUBA–Sentralpost
Sejak hari Senin sore warga di Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin di hebohkan dengan adanya kabar mengenai fenomena “Ikan Mabuk” di Sungai Musi. Kabar mengenai adanya ikan-ikan yang keluar hingga ke pinggir sungai tersebut mereka dapatkan dari media sosial dan sanak saudara mereka yang berada di daerah Kabupaten Musi Rawas, sehingga banyak dari warga yang semalaman suntuk menunggu fenomena tersebut.
Benar saja, sekitar pukul 05.30 WIB hari Selasa (23/6/2020) air Sungai Musi tiba-tiba berubah warna menjadi cokelat gelap bercampur lumpur. Tak lama kemudian ikan – ikan berbagai jenis dan ukuran seperti Ikan Lampam, Ikan Lumajang, Ikan Sangarat banyak yang keluar ke arah pinggiran sungai musi.
Warga yang sudah menunggu kemudian secara berbondong-bondong turun ke Sungai Musi membawa berbagai peralatan seperti Jala, Tangkul, hingga Pesap untuk memanen ikan yang timbul tersebut. Sebagian warga lainnya dengan menggunakan perahu hilir mudik membentangkan jaring-jaring ikan yang berukuran besar.
Belum diketahui secara pasti penyebab “Ikan Mabuk” tersebut, namun beberapa orang warga menyebabkan bahwa fenomena ini sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.
“Sudah beberapa kali terjadi “Ikan Mabuk” ini, dulu katanya karena limbah salahsatu perusahaan yang bocor ke aliran Sungai Musi. Tapi untuk yang sekarang tidak tahu karena apa, kalau baca berita di facebook katanya akibat belerang dari gunung dempo,” ujar Kusnadi warga Kelurahan Ngulak I.
Adanya fenomena “Ikan Mabuk” ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi masyarakat di Kecamatan Sanga Desa bagaimana tidak, mereka bisa menangkap ikan berukuran besar hanya dengan alat sederhana saja.

“Saya tadi dapat Ikan Lumajang berukuran kurang lebih satu kilogram hanya dengan tangkul saja. Bahkan di Desa Terusan ada yang dapat Ikan Patin berukuran 18 Kilogram. Alhamdulillah Ikan Mabuk ini menjadi suatu beerkah bagi kami masyarakat di Kecamatan Sanga Desa,” ungkapnya Rogaya (44) warga kelurahan Ngulak 1 lain nya.
Terkait masalah ratusan ikan di Sungai Musi yang tiba-tiba keluar ke arah pinggiran sungai ternyata menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Tim gabungan dari Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin bersama Pemerintah Kecamatan Sanga Desa kemudian turun ke lapangan guna memeriksa kondisi air Sungai Musi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Musi Banyuasin Hendra Tris Tomy, SSTP M.Ec.Dev melalui Kabid Sumber Daya Perikanan Eka Purnamasari SP MM saat dibincangi menuturkan bahwa dugaan sementara penyebab mabuk nya ikan di Sungai Musi dikarenakan pekatnya kandungan lumpur yang terbawa aliran air sungai.
“Hasil pemeriksaan sementara dilihat dari kondisi fisik ikan hasil tangkapan warga, terlihat kondisi ikan nya masih segar. Hanya saja pada bagian insang nya banyak dipenuhi partikel-partikel lumpur, hal ini lah yang kemudian mengganggu sirkulasi pernapasan ikan. Jadi ikan itu timbul ke permukaan akibat kesulitan bernapas saja. Namun itu hanya sebatas dugaan awal saja, untuk pastinya nanti kita lihat hasil dari uji laboratorium,” terangnya.
Ketika ditanya apakah ikan hasil tangkapan warga tersebut aman untuk dikonsumsi ia mengatakan bahwa sejauh ini bisa dikatakan ikan tersebut aman dikonsumsi.
“Dari hasil pengecekan itu tidak ditemukan tanda-tanda ikan dalam kondisi keracunan, bagian daging nya masih segar, tidak dalam konsisi lembek seperti tanda keracunan,” paparnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muba Andy Busro Wijaya melalui Kasi Inventarisasi Pengembangan dan Sistem Informasi Lingkungan Jefri Alex Sinai menerangkan bahwa dari hasil uji yang dilakukan oleh pihaknya air Sungai Musi yang ada masih dalam kondisi aman.
“Dari enam variabel uji yang kita lakukan seperti Dissolve Oxygen (kandungan oksigen, red), PH, Suhu, Total Disolve Solid (padatan larutan, red), Tingkat Kekeruhan, serta Daya Hantar Listrik (DHL) semuanya masih dalam kategori ambang normal. Namun untuk mengetahui kandungan zat di dalam air sungai seperti logam, belerang, dan lain sebagainya itu masih harus menunggu hasil uji laboratorium sekitar lima hari lagi,” jelasnya.
Camat Kecamatan Sanga Desa Suganda, AP MSi didampingi Kasi PMD Masmawi, S.Sos yang turut dalam rombongan menghimbau agar warga di Kecamatan Sanga Desa untuk sementara tidak mandi atau mencuci dulu di Sungai Musi.
“Sebelum adanya hasil pasti dari laboratorium untuk jaga-jaga lebih baik masyarakat jangan dulu mandi atau mencuci ke sungai, sebab selain kondisi air sungai yang keruh, kita juga belum mengetahui zat apa yang terkandung dalam lumpur yang mencemari sungai ini,” katanya.
Terpisah Kepala PDAM Tirta Randik Cabang Ngulak Sarmiati, SE menjelaskan bahwa pihaknya untuk sementara menghentikan aktivitas distribusi air kepada para pelanggan akibat adanya fenomena ini.
“ Sejak pukul 05.30 WIB pagi tadi kita hentikan operasi distribusi air untuk sementara, sebab kondisi air sungai yang begitu keruh dan sedikit berbau. Penghentian ini dilakukan atas permintaan pelanggan sendiri, serta atas dasar pertimbangan adanya resiko atau dampak negatif jika mengolah air sungai yang dalam kondisi buruk. Takutnya nanti pelanggan sakit perut jika konsumsi air itu, sebab kita tidak tahu zat apa yang terkandung di Sungai Musi pada pagi hari tadi,” tutupnya. (SBA/ren)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here