Camping klinik outbond RSUD Sekayu, Sarana Terapi Penyembuhan Kekinian

18
0
BERBAGI


Sentralpost.co,- mau tidak mau, suka tidak suka, Perang melawan Covid 19 sudah memasuki babak baru adalah memutuskan hidup berdampingan dengan Covid 19. Kita sudah memasuki tatanan kehidupan baru atau New Normal life.

Setiap orang harus membiasakan diri dengan peradaban baru ini, seperti keluar rumah menggunakan masker, mencuci tangan lebih intens, menjalani pola hidup sehat, berolahraga dan jaga jarak.

Begitupun dalam upaya penanganan dan penyembuhan pasien positif Covid19 Rumah sakit umum daerah Sekayu, (RSUD Sekayu), salah satu rumah sakit milik Pemkab Musi Banyuasin, juga secara maraton melakukan penanganan Covid19 bagi masyarakat dan pasien. Namanya camping outdoor di RSUD Sekayu. Ini klinik luar ruangan yang didisain untuk terapi pasien.

“Keberadaan klinik outdoor yang disainnya mirip areal outbond ini persiapan tatanan baru ( New Normal) dan demi areal penyembuhan pasien covid19. Kegiatannya, berupa isolasi outdoor. Ini bagian dari terapi holistik covid19. Ketika pasien covid harus dikarantina atau diisolasi selama minimal 2 minggu pasti bosan. Kita jaga mereka agar tak dilanda kebosanan dan depresi dengan klinik outdour,” ungkap Bupati Musi Banyuasin Dr.H. Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Selasa , (16/6/2020).

Sementara itu Direktur RSUD Sekayu dokter Makson Parulian Purba, MARS menjelaskan bahwa Terapi dengan suasana alam ini punya program camp covid. Ada olahraga sore hari, kegiatan api unggun untuk merefleksi diri selama sebelum terkena covid, pentas seni oleh pasien. Muaranya, membangun kepercayaan diri melalui dinamika out bound agar kuat menghadapi stigma di masyarakat pasca isolasi.

Semua lini di RSUD Sekayu terlibat. Selain fasilitas medis, klinik lapangan covid dengan fasilitas medis, fasilitas out bound. Tenaga medis dan pasien covid serta instruktur dari pegawai rumah sakit.

Saat ini menurut Makson “Bila pasien happy tidak tertekan atau depresi imunitas pasien akan meningkat . Antibodi akan di produksi lebih banyak. Sehingga bisa mengikat dan menetralkan virus. Fasilitas ini bisa menampung 8 pasien”pungkasnya (tan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here