Diduga Kelabui Tim Gabungan, Pesta Malam di Desa keban I Tetap Berlangsung

207
0
BERBAGI

MUBA, SentralPost – Meski tim gabungan Formompimcam Sanga Desa dan tim gabungan dari Kabupaten yang terdiri dari Satpol PP, Polri dan TNI dengan jumlah personil berkisar 150 personil pada Rabu, (3/7) sekitar pukul 19.00 WIB sudah berada di lokasi tempat akan dilangsungkan pesta malam di desa Keban 1, namun acara pesta malam tetap berlangsung. Hal itu diduga terjadi setelah warga dan ahli hajat berhasil mengelabui tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan menyebutkan, sebelum pesta malam dilaksanakan, tim gabungan sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat sekaligus mengundang Romsan (50) selaku ahli hajat, agar tidak menyelenggarakan pesta malam sesuai dengan Perda Kabupaten Muba No 2 tahun 2018.

Meski situasi sempat tegang dengan kedatangan tim gabungan, namun saat itu situasi masih bisa dikendalikan karena pihak keamanan tidak terpancing dengan aksi warga yang sempat menghidupkan pengeras sura dan sesekali memainkan musik.

Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah Kepala Desa itu,  Romsam selaku ahli hajat bersikeras tetap ingin membuka pesta malam meskipun harus menanggung resikonya.

“Saya siap menanggung segala resikonya dan Saya mengadakan Pesta ini untuk membayar niat saya. Karena sudah dua orang anak saya menikah, baru kali ini mau pesta apalagi saya sampai jual kebun untuk mengadakan resepsi pernikahan siang-malam ini. Jadi saya mohon untuk malam ini, bisa diizinkan, meski tidak diizinkan saya tetap akan mengadakan dan saya siap menanggung segala resiko serta sanksi,” ungkap Romsam dihadapan tim gabungan.

Dalam kesempatan itu Camat Sanga Desa Suganda, AP. M.Si mengatakan, bahwa Pesta Malam tetap tidak bisa dilaksanakan apapun alasannya, karena untuk Pesta Rakyat itu hanya dibatasi hingga pukul 5 sore dan itu diatur dalam Perda Muba Nomor 2 Tahun 2018.

“Walau bagaiamana pun pesta malam tetap tidak boleh. Lagi pula beberapa waktu lalu saat pak Romsam kita panggil ke Kecamatan sudah sepakat untuk tidak menggelar Pesta di malam hari, bahkan itu dinyatakan dengan surat pernyataan diatas Materai,” tegas Suganda.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolsek Sanga Desa IPTU Beni Okimu, SH bahwa Pesta Malam dilarang oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, itu bertujuan untuk melindungi generasi dan masyarakat itu sendiri.

“Karena menurut Beni dampak Pesta Malam ini lebih banyak negatif ketimbang baiknya, positip nya. Apalagi pada saat di gelarnya pesta malam sering terjadi keributan dan peredaran miras, Narkotika ini menjamur pada saat digelarnya pesta malam mari kita lindung generasi kita kedepannya,” himbau Beni.

Kepala Satpol PP Muba Jhoni Martohonan, AP. MM melalui Sekretaris Satpol PP Firman Hirawan, S.Sos. M.Si menegaskan, bahwa jika pesta malam tetap digelar maka pihaknya juga akan mengambil langkah tegas dengan mengangkut alat musik yang ada.

“Kalau pesta malam ini tetap dilakukan, maka mohon maaf pak, kami juga akan melakukan tindakan tegas dengan mengangkut alat musik yang ada. Selain itu yang namanya pelanggaran itu nantinya juga ada sanksi yang harus diterima, ” tuturnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dari beberapa kejadian Pesta Malam di Keban 1 selama beberapa bulan terakhir itu semuanya juga sudah dilakukan proses penindakan.

“Semuanya juga kita tindak dan kita proses, bahkan Pesta Malam pada 9 Juni 2019 lalu yang dilaksanakan oleh pak Rozali, itu perkaranya segera akan naik ke persidangan,” tegasnya.

Selepas pendekatan secara persuasif oleh petugas, suasana di lokasi menjadi kondusif meskipun sempat beberapa kali memanas. Dengan beberapa kali musik diputar melalui pengeras suara, untuk memancing petugas mengambil tindakan. Beruntungnya petugas gabungan tidak mudah terpancing emosi, hingga para personil kembali mundur sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun setelah para petugas dan tim gabungan pulang Romsam selaku ahlil hajat tepat pada pukul 23..30. Wib memerintahkan para pemain musik agar pesta malam dimulai. Akhirnya, pesta dapat berjalan tanpa ada hambatan dari tim gabungan, bahkan pesta malam itu berlangsung hingga pukul 4 subuh. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here