Ketua PWI Sumsel Puji Langkah Diskominfotiksan Lubuklinggau Gelar UKW

36
0
BERBAGI

LUBUKLINGGAU-Kepala Dinas Komunikasi Informartika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Lubuklinggau, M Johan Iman Sitepu menghadiri acara ramah tamah dengan tim penguji dan peserta uji kompetensi wartawan (UKW) yang diselenggarakan Diskominfotiksan, bertempat di Hotel Cozy Lubuklinggau, Senin (10/10/2022) malam.

Kegiatan mengusung tema “Membentuk Wartawan Profesional dan Bermartabat Demi Mewujudkan Lubuklinggau Metropolis Madani” itu menghadirkan tim penguji dari Jakarta, Palembang, Bengkulu dan Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, Kadis Kominfotiksan, M Johan Iman Sitepu mengatakan saat ini di Kota Lubuklinggau ada beberapa organisasi kewartawanan seperti BBJ, IWO, FKWS dan forum lainnya.

“Kami berharap kedepan semakin banyak kegiatan yang dilakukan di Kota Lubuklinggau sebagai upaya memajukan perekonomian masyarakat, sebagai repleksi Lubuklinggau kota jasa dan perdagangan,” ujarnya.

Kegiatan UKW ini dilaksanakan selama dua hari Selasa dan Rabu (11-12/10) bertempat di Hotel Cozy Lubuklinggau.

Sementara itu Ketua PWI Provinsi Sumsel, dalam kapasitasnya sebagai tim penguji, H Firdaus Komar mengungkapkan sudah sering diadakan UKW, tapi jarang ada kegiatan ramah tamah.

“Malah seingat saya baru di Kota Lubuklinggau inilah kegiatan UKW ada ramah tamahnya. Saya sangat mengapresiasi upaya Diskominfotiksan Kota Lubuklinggau yang sangat luar biasa mempersiapkan segala sesuatunya agar kegiatan ini berlangsung sukses,” pujinya.

Firdaus Komar atau akrab disapa, Firkom itu menjelaskan perlu dipahami, kenapa uji kompetensi diadakan, tidak lain untuk meningkatkan kualitas, profesionalitas dan kompetensi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“UKW dilaksanakan agar kita bekerja dapat memetakan wartawan mana yang masuk dalam jenjang muda, madya atau utama. Dari UKW diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kuantitas, ketaatan hukum, kode etik dan keterampilan. Jadi peserta yang ikut bukan wartawan abal-abal berkaitan dengan jurnalistik karena ada kode etik yang harus ditaati,” pungkasnya.*(J4D).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here