Lingkungan Jorok Berarti Warga Belum Ada Rasa Malu

31
0
BERBAGI

Banyuasin, SentralPost.Co-.Malu melihat lingkungan kotor dan jorok, ratusan warga RW.15 Griya Handayani, Perumahan Handayani Indah dan Golden Asri, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di sepanjang jalan Sukajadi-Pangkalan Benteng, Minggu (19/7/2020).

Warga kompak membersihkan rumput, sampah yang menumpuk disejumlah titik bahu jalan tersebut dan mengangkut tumpukan sampah ke armada truk sampah yang telah disediakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyuasin.

Gotong royong ini dikordinir langsung ketua RW.15 Drs Ganepo M.Si juga diikuti Camat Talang Kelapa Aripin Nasution, Lurah Sukajadi Haliman Tori, Sekcam Talang dan para ketua Rt dilingkungan RW.15.

Camat Talang Kelapa Arifin Nasution kepada awak media, menyatakan sangat mendukung kegiatan gotong royong ini. Selain memupuk kebersamaan kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Banyuasin, dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat.

”Masalah sampah ini, memang menjadi problema kita bersama karena untuk Kabupaten Banyuasin, Kecamatan Talang Kelapa menjadi penyumbang sampah terbanyak. Karena itu kita sudah menyampaikan kepada bupati untuk menambah arma truk sampah dan mencari lokasi lahan yang tepat untuk pembuangan sehingga sampah produksi rumah tangga disini bisa diangkut,” ujarnya.

Arifin Nasution juga berharap agar semua warga memiliki kesadaran untuk merubah kebiasaan membuang sampah sembarangan. Apalagi dibuang di pinggir jalan umum.

Selain merusak lingkungan, perbuatan seperti itu sangat tidak beretika dan sampah yang dibuang bisa menjadi sumber penyakit bagi orang yang melintas.

Selain itu, Camat Talang Kelapa ini juga berharap agar setiap pengembang perumahan menyediakan fasilitas umum (fasum) yang salah satunya adalah tempat pengumpulan sampah wargayang bermukim. Bahkan ke depan camat menegaskan akan mengawasi setiap siteplant perizinan pembangunan perumahan baru, apakah sudah memasukkan fasum tempat sampah atau tidak.

”Jika di komplek perumahan itu, sudah terlanjur tidak ada tempat penampungan sampah, tidak ada salahnya juga warga perumahan tersebut berswadaya dan berpatungan

membuat tempat penampungan di area fasum. Jangan sampai sampah rumah tangga itu dibuang di jalan seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu Lurah Sukajadi, Haliman Tori SAg, didampingi Sekretaris Camat Talang Kelapa, Jupri, juga mengatakan sampah rumah tangga memang menjadi problema sejak di kelurahan Sukajadi banyak muncul perumahan baru. Di sisi lain, sampai saat ini memang belum ada lokasi penampungan transit serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

”Kita agak kesulitan mencari lokasi yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua RW 15 Sukajadi, Drs. Ganepo mengatakan, khusus di komplek Handayani sejak lama sudah ada satu unit Kaisar yang beroperasi menjemput sampah rumah tangga setiap hari. Namun, karena pertambahan penduduk yang pesat, petugas penjemput akhirnya kewalahan menampung produksi sampah rumah tangga yang volumenya juga bertambah.

”Sudah ada kaisar yang sejak lama beroperasi memungut sampah di komplek kita ini. Warga membayar bulanan. Ada yang Rp 15.000 bahkan Rp 20.000 sebulan.

Tapi karena cuma satu motor, sementara volume sumpah bertambah terus, akhirnya keteteran juga. Petugas kaesar ini akhirnya membatasi bahkan menolak warga baru yang ingin membayar uang sampah bulanan, karena memang tak memungkinkan.

Akhirnya sampah warga yang tak tertampung itu, diam-diam dibuang ke jalan pula. Jadi ini problemanya,” ujar Ganepo (hen)

Editor: Hendri Syamsuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here