Warga Sanga Desa Resah LPG 3 Kg Langka, Diduga ada Agen Gas “Nakal”

303
0
BERBAGI

MUBA, SentralPost – Ratusan masyarakat di Kecamatan Sanga Desa mengeluhkan langkanya gas LPG 3 kg dan harga eceran  gas LPG tabung melon 3 Kg yang terus merangkak naik hingga menembus angka diatas Rp 35 ribu per tabung. Hal ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan Gas LPG 3 Kg ini Diduga dipicu oleh menipisnya stok tabung  gas di pasaran dan Terindiaksi adanya Ulah agen Gas Nakal yang menjual gas kepada pedagang sebagai penyalur demi meraup keuntungan berlipat.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindusrtian (Disdagperin) Kabupaten Musi Banyusin, Azizah Wahyudi, S.Sos.MT saat di konfirmasi wartawan media ini via WhatsApp, Jumat (8/10/21) mengatakan Akan melakukan Koordinasi dengan agen dan pihak pertamina, serta akan segera membentuk tim untuk cek pangkalan gas.

“Kagek kami koordinasi dengan agen dan Pertamina, kami teruskan ke agen untuk cek pangkalan”, ungkapnya singkat via WhatsApp.

Sementara itu, Iwan Salah satu pengecer  Gas  LPG 3 Kg, di Kelurahan Ngulak I Ketika dikonfirmasi wartawan media ini, Kamis (7/10/21) mengakui dia sebagai agen Gas untuk warga Ngulak III, tetapi berada di Ngulak I. Dan stok dari agen dalam seminggu terakhir hanya sekitar 280 Tabung saja. Serta dia bagikan menjadi tiga titik penyalur. Dia berharap Pemerintah dan Distributor bisa menambahkan Kuota gas bagi Masyarakat.

“Memang kami penyalur gas LPG 3 Kg untuk warga Ngulak III dan sekarang dari agen stok itu diberikan sedikit, Kami cuma dapat jatah (red-Kuota) sebanyak 280 Tabung.  Sekarang di jatah itu kami salurkan kepada warga Ngulak III, dengan harga jual Rp 22 ribu pertabung, Sebagai Pedagang yang bermasyakat tentunya, kami juga layani pembeli dari warga dari Ngulak I, Karena toko kami berada di Kelurahan Ngulak I. Tidak mungkin kami tolak, sebab kami asli Pribumi Ngulak. Ada juga penyalur gas satu desa, berada di desa lain,” ujar Lia Istrinya iwan.

Lebih lanjut Iwan didampingi Istrinya pun mengakui bahwa dia selaku agen Gas tidak ada surat perjanjian atas kerjasamanya antara Distributor dan dirinya selaku agen untuk Desa Ngulak III, hanya saja tokonya berada di Kelurahan Ngulak I. Namun tetap melayani gas untuk warga Ngulak III.

“Jumlah Kuota gas kami hanya segitu sedangkan masyarakat Ngulak III jumlahnya banyak, Jelas tidak tercukupi. Cuma Kami tetapi melayani dengan perbandingan untuk warga Ngulak III sebanyak 70 Persen sedangkan warga Ngulak I sebanyak 30 persen kami salurkan. Kalau masalah adanya harga mencapai 40 ribu pertabung itu kemungkinan itu ulah agen lain, yang menjual kepada pedagang atau warung yang menjual kembali kepada warga dengan harga dan keuntungan lebih . Padahal gas LPG 3 Kg ini kan untuk warga yang tidak mampu,” imbuh Iwan.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di lapangan dari Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dalam pemberitaan ini mengatakan namanya telah dipakai oleh salah satu agen Gas LPG 3 Kg untuk Desa Ngulak III.

“Awalnya perjanjian Gas itu di tempat aku di Desa Nguklak III dan Aku yang ditunjuk jadi Agen penyalur, Namun Ingkar janji. Ternyata sekarang die yang Justru die yang jadi agen Gas LPG 3 Kg untuk Masyarakat Ngulak III. Dan sekarang Gas itu tidak disalurkan kepada saya. Kalau dulu kuota nya sebanyak 280 Tabung LPG 3 Kg,kalau sekarang infonya sudah mencapai 486 tabung LPG 3 Kg. Kalau awalnya perjanjian keuntungan Usaha gas berbagi dua,tapi sekarang tidak ditepati “, terangnya pakai bahasa daerah.

Pengakuan dari masyarakat, meskipun dengan harga yang cukup tinggi masyarakat terpaksa masih membeli  gas dari para pengecer yang ada. Seperti yang dikeluhkan oleh warga Ngulak I dan sekitarnya.

“Beberapa hari yang lalu sempat capai Rp 35 ribu pertabung,  padahal normalnya cuma Rp 25 ribu saja. Masih mending kalau harga mahal barang nya ada,  ini sudah mahal tetapi nyari nya susah sekali, ” Ungkap Yati (44) salahsatu warga Kelurahan Ngulak I.

Ditempat lain, Yesi (39) salahsatu ibu rumah tangga warga Desa Ngulak III, juga ungkapkan keluhkan masalah yang sama. Terhadap tingginya harga LPG 3 Kg di pasaran dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.

“Jika seperti ini maka kami masyarakat akan kian susah, kami selama ini tidak tahu kalau agen gas di pasar kalangan Ngulak I itu adalah agen atau penyalur gas LPG untuk warga Desa Ngulak III,” tuturnya.

Secara terpisah Penggiat Sosial dan Sekretaris dari Forum Masyarakat Musi Bersatu (FM2B) Eka AW, Didampingi oleh anggotanya Hendriyadi (40) selaku warga Ngulak III, Kamis (7/10/21) Saat berbincang dengan wartawan berharap Pemerintah bisa memantau serta lakukan pemeriksaan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) pada agen dan harga gas LPG Per tabung 3 Kg di tingkat pengecer, agar harganya senantiasa stabil ditengah Masyarakat .  

“Harapan kami selaku masyarakat, supaya pemerintah bisa turun tangan,agar stok gas LPG 3 Kg ini agar tidak langka. Sehingga harganya stabil dan sesuai ,Kalau dengan harga 40 ribu pertabung,diwarung tingkat bawah,inikan sudah tidak wajar lagi, ” keluhnya. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here