AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI JALAN PROPINSI DIKECAMATAN SUNGAI KERUH HANCUR

160
0
BERBAGI
Salah satu titik jalan propinsi yang rusak diantara Desa Gajah Mati dan Desa Tebing Bulang Jec. Sungai Keruh, MUBA.

Sungai Keruh, MUBA – Akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan kelebihan muatan kendaraan roda empat yang melintas di jalan provinsi belimbing-sekayu tepatnya di Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin maka aspal Jalan menjadi rusak. Seperti hasil pantauan Media Sentralpost pada Rabu (20/1/ 2022).

Hal ini dikeluhkan oleh warga  terutama pengguna jalan seperti yang dituturkan oleh Ijal (43) warga Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh

” Karena tingginya curah hujan, aspal jalan ini menjadi amblas. Selain itu disebabkan oleh banyaknya kendaraan roda empat yang melintas melebihi Muatan Sumbu Terberat (MST) baik itu kendaraan pribadi maupun perusahaan yang membawa karet, TBS kelapa sawit dan batu. Dimana sepanjang yang kami ketahui faktor lain yang menyebabkan jalan ini menjadi amblas bahwa jalan yang dibangun pada masa Gubernur Syahrial Oesman ini menggunakan cara pengaspalan sol semen. Apabila aspalnya retak maka dibagian bawahnya itu tidak ada batu koral atau agregat yang menyanggahnya. Melainkan tanah liat berlumpur. Berbeda dengan jalan yang sudah diperbaiki, maka di lapisan bawah nya sudah ada batu agregat atau krokos ataupun Cor beton. Sehingga daya tahan Jalan terhadap beban kendaraan lebih baik. Kami berharap bahwa pihak Dinas PU Bina Marga provinsi Sumatera Selatan melalui dinas PUBM Musi Banyuasin dapat segera memperbaiki jalan yang rusak ini. Karena ini merupakan urat nadi ekonomi masyarakat Sungai Keruh dan Kabupaten PALI. Adapun dampak lain dari rusaknya jalan ini, selain membahayakan para pengguna jalan terutama roda dua, menghambat pengangkutan hasil pertanian maupun perkebunan baik pribadi maupun perusahaan, juga dikhawatirkan terjadinya perampokan atau penodongan. Kami juga berharap terutama kepada pihak perusahaan yang melintas secara rutin dan menggunakan jalan tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam perbaikan. Dan ikut bertanggungjawab menjaga agar jalan tersebut dapat nyaman digunakan oleh masyarakat ” demikian papar ijal.

Laka Lantas yang terjadi akibat amblasnya aspal jalan Propinsi Belimbing – Sekayu di Kecamatan Sungai Keruh, MUBA.

Hal lain yang dikeluhkan terutama oleh para sopir kendaraan roda empat yang melintas di jalan tersebut mulai ada istilah “Pak Ogah” yang membuat Pondok dan menunggu dipinggir jalan yang rusak tersebut. Yang meminta sejumlah uang kepada pengguna jalan.

” Memang saat ini baru ada satu titik jalan rusak yang ada Pak Ogah nya. Namun Kami khawatir nanti semua jalan rusak akan ada Pak Ogah sama seperti tahun-tahun yang lalu” demikian kata Mister X, salah seorang sopir truk angkutan karet yang melintas di jalan tersebut khawatir (PL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here