Diduga Proyek Aspal Dikerjakan Asal Jadi

65
0
BERBAGI

PALEMBANG, SentralPost – Berdasarkan informasi yang didapat dan hasil investigasi serta monitoring langsung di lokasi kegiatan Proyek Pengaspalan Jalan Sei Leko Lorok Pakjo Palembang yang sudah selesai dikerjakan Dinas PUPR Kota Palembang, terlihat jelas pengerjaan proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan.

Hal ini sebagaimana disampaikan langsung oleh Ketua Umum Lembaga Pembela Suara Rakyat, Hanafi Alias Aan Pirang saat menjumpai awak media mengatakan bahwa dirinya beserta tim turun langsung kelapangan untuk melihat proyek Pengaspalan Jalan Sei Leko Lorok Pakjo Palembang tersebut, pada Rabu (26/07/23).

Dan hasil yang ditemukan adalah bahwa nampak terlihat jelas ketebalan pengaspalan itu kurang volume serta diduga tidak sesuai spesifikasi dan RAB. Hal ini juga turut diduga adanya Mark-Up dan terindikasi adanya dugaan korupsi yang merugikan keuangan Negara.

“Patut diduga proyek itu merupakan proyek siluman dan dikerjakan asal-asalan karena tidak ditemukannya atau tidak adanya papan plang yang menjelaskan ini proyek apa, menggunakan anggaran berapa dan sebagainya. Belum lagi dilapangan kami temukan ketebalan aspal yang kurang volume dan diduga tidak sesuai spesifikasi dan RAB. Hal ini patut diduga adanya dugaan indikasi korupsi,” ujar Hanafi.

Melihat langsung hasil Proyek Pengaspalan Jalan Sei Leko Lorok Pakjo Palembang tersebut, membuat Hanafi atau Aan Pirang angkat bicara dan meminta Pemerintah Kota Palembang untuk terjun langsung serta melihat pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh pihak Dinas PUPR Kota Palembang serta menjelaskan proyek tersebut.

“Kami akan meminta pihak Pemkot Palembang untuk melihat langsung temuan kami ini dan menegur atau bahkan bila perlu lakukan monitoring evaluasi (Monev) kepada pihak-pihak terkait supaya proyek-proyek seperti ini jangan sampai terulang kembali karena akan merugikan masyarakat dan Pemerintah Kota Palembang apabila dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Selain itu, Hanafi menambahkan jika Pemerintah Kota Palembang tidak mengindahkan saran dan kritikan dari lembaganya, maka dalam waktu dekat dirinya beserta kawan-kawan akan melakukan aksi demo di kantor Kejaksaan Negeri Kota Palembang untuk melaporkan adanya dugaan indikasi korupsi pada pekerjaan proyek tersebut.

“Ini saran dan kritikan kami kepada Pemkot Palembang supaya dapat melihat langsung ke lapangan atas temuan kami. Apabila ini tidak direspon oleh Pemerintah, maka kami akan melaporkan kepada pihak yang berwajib supaya diusut tuntas proyek tanpa papan plang ini,” pungkasnya. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here