Honor Sopir Ambulance Puskesmas di Ogan Ilir Jauh Dibawa UMK

640
0
BERBAGI

INDRALAYA-Honor  sopir ambulans puskesmas di Ogan Ilir jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Profesi yang penuh resiko dan dituntut kerja ekstra ini, hanya dibayarkan Rp600 ribu perbulan oleh Dinas Kesehatan Pemkab Ogan Ilir.

Upah jerih Rp600 ribu perbulan ini dinilai tidak sebanding dengan kerja sopir ambulans yang aktivitas mereka tidak mengenal waktu. Apalagi Pemkab OI tengah mengalakkan program unggulan pelayanan prima Call Center di bidang kesehatan dengan menyiagakan ambulans setiap saat.

Otomatis para sopir ambulans ini dituntut selalu siaga setiap saat untuk menjemput atau membawa warga yang sakit.

Salah seorang sopir ambulans puskesmas, yang minta namanya tak sebutkan kepada wartawan menceritakan, Pemkab Ogan Ilir seharusnya lebih memperhatikan nasib para sopir ambulans yang bekerja profesional sebagai sopir yang bertanggung jawab dengan keselamatan pasien yang dibawanya.

Dikatakannya, sangat tidak layak pemerintah memberikan honor para sopir ambulans yang bertugas melayani warga yang sakit, dengan membayar upah jerih sebesar Rp500 ribu/bulan. Manalah cukup untuk menghidupi keluarga mereka.

“Kerap kali honor itu dibayarkan pertiga bulan, jujur untuk bertahan dalam memenuhi kebutuhan hidup berumahtangga terasa sulit, kita harus hutang sana hutang sini. Kalau tak begitu, bagaimana lagi,” kata bapak satu orang anak ini.

Ia mewakili rekan-rekan kerjanya meminta, Pemkab melalui Dinas Kesehatan Ogan Ilir mau menaikkan upah jerih para sopir ambulan, mengingat tuntutan kerja dan tanggung jawab yang semakin berat dari para sopir ambulan ini.

“Kadang setiap pulang kerja selalu kena omel istri, besoknya ketika kerja, lagi nyetir ambulan tak dipungkiri jadi pikiran, otomatis kerja gak fokus. Namun yaaa kami harus sebisanya tetap memberikan pelayanan prima dan berhati-hati membawa ambulan, dari pada dipecat,” terangnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam berjanji akan mengevaluasi dan menaikan honor para sopir ambulans.

“Ya kami akan berusaha menaikan honor sopir ambulans, menyesuaikan ke depannya,” ucap Ilyas diamini Sekda Ogan Ilir Herman, SH MM usai melaunching pelayanan call center di halaman kantor Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr Siska Susanti, mengaku minimnya upah jerih sopir ambulans ini karena pertimbangan kemampuan keuangan daerah yang juga minim. Namun ia berdalih ada tambahan pendapatan lain dari setiap perjalanan dinas ambulan tersebut.

“Iya bener, insentif segitu memang tak lah cukup untuk kebutuhan sopir dan keluarganya dalam setiap bulannya, tapi kan masih ada jasa pelayanan (jaspel) non medis di setiap perjalanan dinas ambulan membawa orang sakit,” ujar Siska, namun sayangnya Kadinkes tidak menjelaskan kisaran berapa tambahan Jaspel tersebut.

Ia mengatakan, 16 sopir ambulans ini ditempatkan di 16 kecamatan, yang artinya di setiap puskesmas kecamatan hanya ada satu sopir ambulans. Dan honornyo ditanggungkan ke puskesmas itu sendiri.

“Kami juga menginginkan upah jerih sopir ambulans bisa sesuai UMK Ogan Ilir, tapi ini harus menyangkut anggaran. Untuk kegiatan launching Pelayanan Call Center ini aja kami sudah kawalahan, uangnya gak ada. Untung ada sumbangan dari mitra kerja Dinkes, seperti orgen tunggal sumbangan BPJS,” ungkap dr Siska.

Di waktu terpisah, anggota Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Yusran Rivai angkat bicara, ia terkejut mendengar honor sopir ambulans yang jauh dari kata sejahtera itu.

“Kabar ini masukan berharga bagi kami, saya melalui Komisi IV akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan atas masalah kesenjangan honor sopir ambulans puskesmas ini,” ucap wakil rakyat Fraksi PPP itu.

Dia mengatakan, sopir ambulans ini adalah pekerjaan yang mempunyai resiko yang sama besar dengan tenaga medis lainnya, karena menyangkut nyawa orang sakit dibawanya.

“Jika para sopir ini terganggu konsentrasi kerjanya gara-gara masalah tanggungjawab penghidupan di rumah tangganya, bukan tidak bisa beresiko besar terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan bersama (kecelakaan),” pungkas Yusron. (swarnanews.co.id)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here