Jalan Penghubung di Rantau Sialang Memprihatinkan

495
0
BERBAGI

SEKAYU-Sejak setahun terakhir  di Jalan Rantau Sialang yang menghubungkan antara desa Rimba Ukur (c5), hingga Kecamatan Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyusin (Muba), kondisinya memprihatinkan karena  mengalami kerusakan cukup parah.

Pantauan wartawan di lokasi, kemarin, kondisinya jalan yang menjadi urat nadi tersebut nyaris tak bisa dilalui selain banyaknya lobang yang menganga juga dipenuhi semak belukar sehingga warga terpaksa menempuh jarak yang vukup jauh untuk beraktifitas.

Bahkan nyaris lagi, jika ada sebuah kendaraan yang mengalami rusak atau terebak lobang, seperti mobil truk pengangkut tanda buah segar yang rusak di jalan Plakat Tinggi tepatnya di desa Rimba Ukur Kecamatan Sekayu yang mengakibatan kemacetan karena harus bergantian melintas.

“Inilah yang sering membuat kita bingung, ada wakil rakyat, tapi jalan sulit dilalui. Menurut keterangan di tahun 2018 ini jalan Rantau Sialang- Rimba Ukur akan dibangun. Namun tidak tau, tiba-tiba hilang apa dipindahkan atau bagaimana,” kata pemuka masyarakat tokoh Sungai Keruh, Jhon Amrah (55), warga desa Rantau Sialang kepada wartawan, Selasa (14/8) kemarin.

Menurutnya, dampak dari kerusakan jalan tersebut, warga terpaksa menempuh jarak yang cukup jauh dalam beraktifitas. “Sebenarnya jarak tempuh menuju desa Rimba Ukur menggunakan jalan ini hanya 6 kilometer. Gara-gara kondisi jalan seperti itu, hingga kami warga terpaksa lewat jalan lain yang jarak tempuhnya mencapai 30 kilometer.

“Pertama sulit dilalui, kedua pengguna jalan takut dengan kondisi jalan yang nyaris tertutup semak belukar itu.” katanya.

Dia berharap Pemkab Muba dapat memperbaiki jalan tersebut apalagi sebagian jalan berada di wilayah ibukota kabupaten Muba.

“Jadi mustahil pemerintah terutama wakil rakyat tidak tau, Kita harap Pemkab Muba dapat memperbaikinya termasuk meningkatkan 2 Jembatan besi dijalan itu menjadi Jembatan beton.” katanya.

Sama dikatakan, Sukiran (65), warga desa Rimba Ukur yang mengkhawatirkan kerusakan Bok Culvert di jalan Plakat Tinggi. Sebab menurut dia lubang mengangah pada mobil trau yang mengangkut tanda buah segar atau sejenis mobil Bok Culbert tersebut bisa saja merenggut nyawa para pengguna jalan.

”Disini kerap terjadi kecelakaan pak, baik mobil terperosok/terjungkal bahkan pernah tiga kali dalam sehari pengguna roda dua terjungkal gara-gara kerusakan sebuah mobil truk atau sejenis Bok Culvert tersebut. Kami berharap Bok Culvert itu segera diperbaiki, jika tidak bisa saja lubang mengangah itu merenggut nyawa para pengguna jalan,“ katanya risau.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muba, Herman Mayori belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi mengenai kerusakan jalan tersebut. (Js)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here