Kades di Lahat Ngaku Berat, Ikuti Program Berangkat ke Bali

194
0
BERBAGI

LAHAT– Sebanyak 360 orang kepala desa (Kades) tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Lahat rencananya, senin (16/7)  akan berankat ke Bali guna mengikuti pelatihan badan usaha milik desa (Bum-Des), diwajibkan para kades ikut minimal 2 orang dan perorangnya dikenakan biaya sekitar Rp 6 juta.

Sebelumnya, rombongan Kades yang ada di Bumi Seganti Setungguan ini, juga diminta untuk ikut di pelatihan Operator Desa selama dua hari  di Hotel Horizon Palembang dan dikenakan biaya sebesar Rp 4 juta perkades.

“Kami juga bingung. Dari mana dana yang bakal kami gunakan. Sedangkan  menurut Rab ADD dan DD tidak ada.  Jujur kami merasa terkekan,” kata  salah satu Kades di Kecamatan Kikim Area, yang minta namanya tak disebut, Rabu (11/7).

Menurut sumber tersebut,  untuk keberangkatan ke Pulau Dewata Bali ini, tidak mesti 2 orang, lebihpun boleh dengan biaya  Rp 6 juta perorangnya. Kemudian  dana tersebut dikumpulkan kepada masing masing ketua forum  Kades),  setelah  terkumpul baru distor ke dinas BPMDesa Lahat, atau pihak ketiga.

“Terus terang sebetulnya berat. Dana perorang Rp 6 juta itu cukup besar. Karena, di RAB tidak ada. Tapi, kalau tidak ikut, kita khwatir untuk pencair dana ADD dan DD kedepan atau tahap selanjutnya, takut diperlambat, ” ujar sumber.

Dia mengatakan, untuk keberangkatan ke BALI  dibagi beberapa tahap dan kebetulan untuk Kecamatan Kikim Area, mendapat tahap  pertama. Kemudian  gelumbang kedua seluruh Kades di Kecamatan Kota Lahat, berikut seluruh Kades Kecamatan Gumay, lalu, seluruh Kades Kecamatan Merapi Area, disusul Kades Mulak Sebingkai,  dan terakhir seluruh Kades Kecamatan Tanjung Sakti, Pumu, dan Pumi.

“Tapi, informasinya, untuk Kecamatan Kikim ditunda. Sebab, Senin besok ada pemeriksaan dari dinas Inspektorat Kabupaten Lahat, ” katanya.

Senada  dikatakan  salah satu kepala desa (Kades) di Kecamatan Gumay. “Bagaimana tidak berat. Kami baru beberapa bulan ini menjabat. Kami dilantik saat itu ada 52 Kades.” imbuhnya.

Dia mengatakan, jika kades tidak ikut dalam berangkat ke-BALI pencairan dana ADD maupun DD untuk termin berikutnya terancam diperhambat.

“Kami jabat kades ini baru seumur jagung. Uang Rp 6 juta perorang itu cukup berat. Mungkin enteng bagi kades yang sudah lama menjabat, apalagi sudah dua priode, ” katanya.

Menyiapi hal tersebut,  Kadis BPMDesa Fauzan Denin diminta tanggapan dirinya tidak menapik dari rencana keberangkatan 360 kades  ke pulau dewata tersebut..

“Betul dek. Tapi, semua itu baru sebatas rencana, belum bisa dipastikan untuk ke BALI tersebut, ” katanya, Selasa (10/7).

Ia menyampaikan, tujuan seluruh kepala desa berangkat kepulau dewata ini, untuk mengikuti pelatihan tentang Badan Usaha Milik Desa (Bum-Des). Setelah itu, kegiatan relijius alias jalan jalan.

“Tapi semua itu, belum pasti dek. Untuk rencana memang ada. Dan, benar sebelumnya, rombongan Kades ini mengikuti pelatihan tentang Operator dilaksanakan dihotel Horizon Palembang, ” tuturnya.

Saat ditanya soal dana mulai pelatihan operator, dan untuk berangkat ke-BALI, mantan Kabag Humas Pemkab Lahat ini, berdalih dan memilih tidak memberikan penjelas.

“Nah, untuk masalah dana baik pelatihan operator maupun rencana berangkat ke-BALI itu, BPMDesa bukan kita yang pegang, tapi pihak ketiga, ” kilah Fauzan. Seraya memberikan penawaran silakan kalau rekan rekan ada yang mampun, silakan buat program, dan akan kami cuba menyampaikan diforum kades. (Js/Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here