KEK TAA Ditarget Rp 29 Triliun

129
0
BERBAGI

Palembang, Sentralpost – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Tanjung Api-Api (TAA), pada tahun 2018 ini di target mencapai Rp29 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumsel Megaria mengungkapkan, terhitung investasi  pada triwulan pertama 2018 ini. Itu, realisasi masuk baru mencapai Rp3 triliun.

“Nah angka realisasi ini memang belum fit. Ada beberapa perusahaan yang belum melapor nilai investasinya, tetapi nilainya tidak jauh dari itu. Dan harapan kami setelah launching pada Juni nanti arus investasi dari perusahaan yang telah menyatakan minat langsung terlihat,” ungkapnya, Selasa (24/04/2018).

Dimana, nilai investasi yang masuk berasal dari penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing. Sementara KEK TAA yang akan diresmikan Juni nanti, merupakan momen untuk mengejar ketertinggalan target.

Tren investasi di Sumsel selama dua tahun belakangan memang selalu over targat. Di 2017, investasi yang masuk mencapai Rp25,7 triliun atau melebihi dari target sebesar Rp25,3 triliun.

Sedangkap capaian realisasi tertinggi terjadi di 2016. Nilai investasinya mencapai Rp47,36 triliun, jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yang hanya Rp20,62 triliun, urainya.

Dijelaskannya, pencapaian realisasi tahun lalu disumbang dari dua perusahaan besar, PT Hutama Karya dengan proyek jalan tol dengan nilai investasi Rp2,3 triliun. Satu perusahaan lagi yakni PT Tanjung Enim Lestari (TEL) dengan nilai investasi sebesar Rp3,2 triliun.

“Untuk 2016, sumbangan investasi terbesar berasal dari PT OKI Pulp and Paper senilai Rp33,54 triliun. Total investasinya sejak 2014 lalu senilai total Rp 43,68 triliun,” ungkap bebernya.

Ditanya, bagaimana untuk mengejar target. Itu, ada beberapa perusahaan yang tahun ini kembali menyatakan minat untuk menanamkan investasinya. PT OKI Pulp and Paper rencananya akan membangun pabrik tisu di kawasan pabrik.

Ada juga PT Semen Baturaja (Persero) Tbk yang membangun pabrik di OKU dengan nilai Rp2,36 triliun. Selanjutnya terdapat PT Pupuk Sriwidjaja yang membangun pabrik di Palembang senilai Rp2,80 triliun.

“Belum lagi dari perusahaan yang menyatakan minat berinvestasi di KEK TAA. Sehingga kami optimis, target investasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat bisa terealisasi,” tandasnya.(Zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here