KPM Sumsel Naik 100 Persen

234
0
BERBAGI

Palembang, Sentralpost – Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM) pada tahun 2018 ini jumlah penerimanya naik 100 persen, dibanding di tahun 2017 lalu.

Untuk jumlah KPM Propinsi Sumsel 2017, sebanyak 169.705. Tp, di tahun 2018 ini, naik menjadi 331. 064.

Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Rasyidin Hasan di ruang kerjanya, Rabu (30/05/2018).

Menurutnya, kenaikan KPM Sumsel naik menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Nah kesemuanya itu jumlah seluruh penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari kementrian Sosial sebagai salah satu bentuk respon pemerintah kepada masyarakat dengan membantu dan menanggulangi keluarga kurang mampu (Miskin), ” bebernya.

Dijelaskannya lagi, karena di sini ada 3 komponen yang menjadi penilaian keluarga itu bisa masuk dalam KPM dan mendapatkan bantuan PKH. Yang pertama dinilai dari status ekonomi, dua dinilai dari kesehatan atau ibu yang sedang hamil, dan ketiga dinilai dari usia sekolah.

“Itu untuk yang reguler, kalau untuk PKH Plus ada memiliki komponen lain, yakni penyandang disabilitas berat mereka juga bisa mendapatkan PKH, bahkan nominalnya lebih besar dari PKH reguler. Tapi, komponen utama juga harus ada. Jangan dia penyandang disabilitas tapi keluarga konglomerat,” tandasnya.

Ditambahkannya, untuk PKH reguler pertahunya mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp. 1.890.000 rupiah dengan empat kali pencairan. Sedangkan untuk PKH plus mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.000.000 rupiah pertahunya dengan empat kali pencairan pula.

“Penyaluranya di bagi jadi 4, dengan pencairan 3 bulan sekali, jadi satu kali cair itu Rp. 500 rbu dan pencairan terakhir sisanya. Selainiti juga KPM ini juga menerima bantuan Non tunai seperi beras Rastra dan bahan pangan lainya,” urainya.

Sementara itu, untuk pendamping PKH provinsi Sumsel memiliki sebanyak 1.484 pendamping dengan kota Palembang memiliki Pendamping paling banyak yakni 242 orang.

“Satu pendamping bisa mengurus paling banyak 250 KPM, tapi biasanya mereka yang mendapatkan di tempatkan di kota saja. Apalagi Palembang paling banyak KPMnya. Sedangkan kalau untuk daerah perairan dan yang jauh di jangkau, paling hanya sampai 75 KPM saja,” tegasnya. (Zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here