Tekan Angka Stunting, Kecamatan Sanga Desa Gelar Rembuk

72
0
BERBAGI

MUBA, SentralPost – Guna menekan angka Kasus Stunting (red-gizi buruk) di tingkat Desa, Pemerintah Kecamatan Sanga Desa menggelar Rembuk Stunting tingkat kecamatan. Acara itu berlangsung di Aula Kantor Camat kecamatan, Sanga Desa, Kamis, (24/8/2023).

Salah Satu Pemateri dari Tenaga Ahli, Indra Faisal, ST dalam paparannya mengatakan, rembuk stuting adalah langkah awal, dan langkah preventif desa secara kongkrit dilakukan.

“Rembuk stunting ini Sebagai upaya mencegah dan menekan angka stunting di wilayah Pemerintah Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin. Maka, kita harus melaksanakan Musyawarah Rembuk Stunting, pada setiap desa dalam wilayah kecamatan,” jelas Indra.

Sebelumnya, Camat kecamatan Sanga Desa, Hendrik, SH.MSi yang diwakili oleh
Kasi PMD Kecamatan Sanga Desa, Masmawi, S.Sos. dalam sambutannya mengungkapkan, stanting sangat buruk bagi pertumbuhan anak, karena itu sangat perlu upaya pencegahan

“Stunting ini adalah dimana kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada anak balita yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam kondisi waktu yang lama. Hingga pertumbuhan anak terjadi buruk,” ungkap Masmawi.

Lebih lanjut, Kasi PMD ini mengatakan, Sesuai dengan surat Edaran Sekda Muba, Langkah pencegahan untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Dan minta para kader KPM dan kader Posyandu dari masing-masing desa, yang ada dan hadir pada hari ini, agar memahami dan menyusun rencana untuk mendukung program pemerintah ini,” katanya.

Dikegiatan yang sama, Lurah Kelurahan Ngulak 1, Syafei, SKM. MSi meminta kepada pemerintah Daerah agar ditingkat kelurahan juga mendapat penganggaran yang sama dengan desa.

“Kami mengusulkan kepada Pemerintah Daerah, dalam hal anggaran, pencegahan kasus dan Penanggulangannya, Jangan sampai menimbulkan rasa iri warga di kelurahan dengan Warga di Desa, Karena banyak kasus yang sama, kegiatan yamg sama terjadi di Kelurahan, Tetapi terkendala masalah Anggaran. Untuk melakukan Langkah- langkah pencegahan yang berkelanjutan,” ungkap Lurah Ngulak 1.

Dalam kesempatan itu juga, Kades Kemang, Edison dan Kades Air Itam, Syamsul Bakhri juga mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk mencegah Stunting didesa.

“Jangan sampai terjadi lah ditingkat Desa, untuk itu kita lakukan, Evaluasi kader posyandu dan tingkatkan Makanan tambahan pada Posyandu. Dan lakukan juga rembuk stuting di tingkat desa yang bertujuan, mendukung Program Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dan pemerintah Desa juga mengusulkan beberapa program untuk pencegahan ke pemerintah Kabupaten Muba,” tutur Syamsul Bakhri.

Sementara itu, Salah satu Pendamping Lokal Desa, (PLD), Tugu Mulyono, sebagai peserta rembuk stunting mengatakan, dirinya sebagai PLD pada 3 Desa yakni, Desa Jud 1, Jud 2 dan Pengagge.

“Kami selaku PLD akan terus mendorong dan mendampingi, masalah program pencegahan stunting ini, mulai dari tingkat desa. Selaku PLD, akan melaksanakan evaluasi pada akhir tahun, terhadap langkah pencegahannya bersama desa, Pokoknya harus tuntas, mulai dari desa sampai kecamatan,yang bisa medorong propgram pusat,” pungkas Tugu saat dibincangi wartawa media ini, usai rembuk berlangsung.

Diakhir acara dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama, Upaya penurunan Stunting di Sanga Desa. Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Sanga Desa yang diwakili oleh Kasi PMD, Kades dan Lurah dalam kecamatan Sanga Desa,
Perwakilan dari Puskesmas dalam Kecamatan Sanga Desa Pendamping Desa, PLD, Perangkat Desa serta Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPM) bidang Posyandu. (SBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here