Tidak Hanya dari Jambi, Petro Muba Juga Tampung Minyak Ilegal dari Musi Rawas

62
0
BERBAGI

MUBA, SentralPost – Minimnya minyak mentah yang dihasilkan sejumlah sumur tua di Babat Kukui diduga menjadi alasan Petro Muba membeli minyak ilegal dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Jambi, Petro Muba ternyata juga menampung minyak ilegal asal Musi Rawas demi memenuhi kuota yang ditetapkan Pertamina.

Salah satu petinggi Petro Muba, Bunyamin yang dikonfirmasi via akun whatsappnya Selasa (21/5/2019) tidak secara tegas membantah hal tersebut. Ia malah dengan bangga mengatakan setelah 15 tahun berdiri Petro Muba akhirnya mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak setahun terakhir. Sepertinya ia tidak peduli apakah cara yang dilakukan Petro Muba guna meraih profit dengan menampung minyak ilegal dari berbagai daerah tersebut dapat dibenarkan.

“Insyaallah tidak seperti itu, semua kita buat untuk Muba, dan setelah 15 tahun berdiri, selama setahun terakhir Petro sudah mampu mencetak laba dan menyumbang PAD untuk Muba, “ujarnya.

Disisi lain, tim Investigasi yang melakukan pengamatan dilokasi storage Petro Muba, Selasa (21/5/2019) menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Sejumlah tanki besar pengangkut minyak yang diduga adalah milik PT PBSA yang menjadi penanggung jawab angkat angkut minyak Petro Muba terlihat melakukan aktifitas bongkar minyak yang langsung dipindahkan ke tangki pengangkut Pertamina tampa melalui proses pengecekan dan pengujian di storage tersebut. Sejumlah sumber dilokasi tidak menampik jika minyak tersebut berasal dari luar Muba.

“Tak cukup pak, kalau cuma mengandalkan hasil sumur tua. Ini ada yang dari Jambi maupun Musi Rawas, ” kata salah satu pekerja di lokasi.

Disisi lain, tujuan awal Pemerintah Musi Banyuasin mendirikan perusahaan milik daerah BUMD guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tentunya program ini patut diacungi jempol.Seperti yang disampaikan Dodi Reza Alex Bupati Musi Banyuasin pada saat peresmian Stasiun Storage beberapa waktu lalu, menurut Dodi dengan dibangunnya Stasiun itu, Muba akan bisa menjadi salah satu Kabupaten yang pertama menjadi Kabupaten lumbung energi.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru Gubernur Sumatra Selatan juga mengharapkan dengan dibangun Stasiun Stogage ini dapat menampung minyak dari sumur tua yang di kelola oleh masyarakat, hanya tinggal kepala daerahnya saja bagaimana melegalkan.

Namun sangat disayangkan program yang patut diacungi jempol ini diduga dijadikan tempat penampungan minyak ilegal hasil pengeboran masyarakat secara tradisional, bahkan luar Muba. Sementara dari sumur tua itu diduga dijadikan tameng saja, bukan hanya itu bahkan menampung minyak dari luar Musi Banyuasin, seperti dari Musi Rawas dan dari Jambi.

Hal ini bisa terjadi dikarenakan minyak yang dikelola oleh masyarakat dari hasil sumur tua itu tidak maksimal mengingat cuma ada dua lokasi yang dilegalkan yaitu di lokasi Babat Kukui dan 12 sumur di Kelurahan Mangun Jaya yang mustahil dapat memenui target yang disepakati Petro Muba dan pihak Pertamina. Dan untuk memenui target tersebut pihak Petro Muba berkerjasama dengan pihak PT. PBSA sebagai angkat angkut.

Dari hasil pantauan media ini dilapangan sekian banyak mobil yang bertulisan Petro Muba yang diduga milik PT. PBSA melakukan aktifitas mengangkut minyak yang diduga ilegal hasil pengoboran masyarakat secara manual ke Pertamina Ramba Kecamatan Sungai Lilin.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here