Sumsel Dapat Hibah Aset Rp4 Miliar

99
0
BERBAGI

 

Palembang,Sentralpost-Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) RI, memberikan tambahan aset kepada Propinsi Sumsel senilai Rp4 miliar lebih.

Adapun aset hibah dari BMN menjadi BMD yang diterima diantaranya taman permanen senilai Rp3 miliar lebih berlokasi di Situs Arkeologi Bukit Siguntang dan Rp1 miliar di Kebun Raya Propinsi Sumsel.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Sri Hartoyo mengatakan, pemberian hibah aset tersebut merupakan salah satu ramgkaian pembangunan nasional.

Dimana hibah aset berjumlah 195 penerima di 4 Propinsi dengan 39 untuk pemkot dan 152 pemerintah Kabupaten yang salah satunya Sumsel.

“Aset-aset ini semua tentunya setelah nanti kita serahkan serah terima aset ini akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya bagi Pemerintah Daerah,” katanya usai penandatanganan naskah dan berita acara serahterima hibah Barang Milik Negara Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di ruang Pendopo Kementerian PUPR Jl Patimura No 20 Kebayoron Baru Jakarta Selatan, kemarin.

Dimana, hibah aset yang dimaksud berupa hibah barang milik negara aatuan kerja penataan bangunan dan lingkungan serta pengembangan pembangunan.

Selanjutnya, harus ditindaklanjuti dengan kewajiban para pihak utamanya Pemda. Setelah itu Pemda mencatat aset BMD yang sebelumnya BMN.

Sedangkan, untuk pembiayaan pemeliharaan operasional langsung dari APBD, karena sudah diatur seauai dengan perundangan yang berlaku.

“Nah disini harapan kami supaya aset-aset disini dimanfaatkan sesuai peruntukannya, ” bebernya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar menjelaskan, dengan ditambahnya hibah aset dari CK Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk Pemprov Sumsel.

Tentunya, harus bangga karena ini bermanfaat bagi masyarakat. Namun, disamping itu juga. Pastinya, ada tantangan bagi Pemprov Sumsel kedepan, karena ini perlu pembiayaan perawatan.

“Ini harus menjadi pemikiran yang berkelanjutan sehingga dia tidak menjadi sia-sia, dan bermafaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Bahkan, Pemprov optimis kemungkinan masih ada lagi aset yang dihibahkan disini, tinggal bagaimana cara untuk mengelolanya. Karena, yang paling tahu bagaimana perkembangan aset, itu pemerintah daerah bukan pusat, tegasnya. (Zul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here